TVRINews, Cirebon
Petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengeluhkan turunnya harga garam saat musim panen.
Harga garam krosok turun dari sekitar Rp1.500 menjadi Rp1.200 per kilogram. Melimpahnya pasokan saat panen raya disebut menjadi salah satu penyebab turunnya harga garam di tingkat petani.

Dalam satu kali pengerokan yang dilakukan setiap dua hari, satu petak tambak mampu menghasilkan empat hingga lima karung garam. Sementara itu, total produksi dalam satu musim panen dapat mencapai 80 hingga 90 ton, bergantung pada kondisi cuaca.
Salah seorang petani garam, Warno, mengatakan harga garam sempat berada di kisaran Rp1.500 per kilogram pada awal Juni karena belum banyak petani yang mulai memanen. Namun, harga berangsur turun seiring meningkatnya hasil panen.
"Sekarang harganya Rp1.200 per kilogram, dulu sempat Rp1.500. Sekarang banyak yang sudah mulai panen, jadinya harga turun," ujar Warno, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
Petani berharap pemerintah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga garam, salah satunya melalui penetapan harga eceran tertinggi (HET), agar harga tidak terus merosot saat panen raya.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan memperkuat penyerapan garam lokal sehingga hasil panen tidak menumpuk di tingkat petani dan pendapatan petambak tetap terjaga.









