TVRINews, Depok
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat melakukan pendalaman terhadap video yang viral di media sosial dan diduga merekam aktivitas penyalahgunaan narkoba di Rutan Kelas I Depok.
Tim Kanwil Ditjenpas Jawa Barat telah mendatangi Rutan Kelas I Depok untuk memeriksa kebenaran informasi dalam video sekaligus menelusuri pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan lokasi yang terlihat dalam video merupakan salah satu kamar hunian warga binaan.
Menurut Ario, kamar tersebut ditempati sekitar 22 warga binaan. Pemeriksaan awal kemudian mengerucut pada dua hingga tiga warga binaan yang saat ini masih menjalani pendalaman.
“Video tersebut memang diambil di salah satu kamar hunian yang dihuni sekitar 22 warga binaan. Saat ini kami masih mendalami dua sampai tiga orang untuk mengetahui keterkaitannya dengan kejadian tersebut,” ujar Ario.
Dua Petugas Turut Diperiksa.
Pendalaman juga dilakukan terhadap petugas rutan. Dua orang petugas diperiksa lantaran diduga memiliki kaitan dengan masuknya sejumlah barang yang tampak dalam video ke area hunian.
Kedua petugas tersebut berasal dari jajaran pengamanan dan staf perlindungan kerja. Namun, pihak rutan menegaskan status keterlibatan mereka masih sebatas dugaan dan belum dapat disimpulkan sebelum pemeriksaan selesai.
“Ada dua petugas yang juga kami periksa karena diduga berkaitan dengan masuknya barang-barang tersebut. Kami masih mendalami peran masing-masing untuk memastikan faktanya,” kata Ario.
Pihak Rutan Kelas I Depok juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan narkoba serta kemungkinan adanya barang terlarang yang masuk ke dalam rutan.
Langkah tersebut dilakukan agar kasus yang muncul dalam video dapat diperiksa secara menyeluruh, termasuk asal-usul barang dan pihak yang bertanggung jawab.
“Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian agar dugaan ini bisa ditelusuri secara menyeluruh. Semua fakta akan kami kumpulkan dan proses sesuai ketentuan,” ujarnya.
Petugas Terancam Sanksi
Ario menegaskan pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada warga binaan. Pihak rutan juga akan menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran prosedur maupun disiplin yang dilakukan petugas.
Menurutnya, pengawasan internal akan diperkuat untuk mengetahui bagaimana barang-barang yang diduga terlarang dapat masuk ke lingkungan rutan.
“Kami akan melihat seluruh rangkaian peristiwanya. Apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan petugas, tentunya akan diberikan tindakan sesuai aturan,” tegas Ario.
Saat ini petugas gabungan masih mengumpulkan informasi dan bukti, termasuk memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan video tersebut.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan terhadap warga binaan maupun petugas apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam pelanggaran.
Pihak Rutan Kelas I Depok memastikan proses pendalaman terus berjalan dan setiap pihak yang terbukti melanggar ketentuan akan diproses sesuai aturan yang berlaku.










