TVRINews, Subang
Upaya ini bertujuan memperkuat jaringan usaha berbasis komoditas unggulan serta memperluas akses pasar bagi para petani lokal di Subang.
Kementerian Koperasi memperkuat jaringan usaha berbasis komoditas jagung melalui lokakarya dan fasilitasi kerja sama antarkoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Upaya ini diarahkan untuk mendorong koperasi menjadi penyerap hasil panen sekaligus memperluas akses pasar bagi petani. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kolaborasi antarkoperasi agar potensi jagung di Kabupaten Subang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Melalui pola kemitraan, KDMP diharapkan dapat berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen, dengan dukungan koperasi yang telah memiliki jaringan usaha, akses pembiayaan, dan mitra penyedia sarana produksi.
Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Cecep Setiawan, mengatakan kerja sama antarkoperasi diperlukan untuk mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah.
“Kami memberikan suatu pemahaman bahwa pentingnya kerja sama antarkoperasi untuk bisa mengembangkan usaha komoditas jagung yang menjadi salah satu potensi yang besar di Kabupaten Subang,” ujar Cecep.
Menurut Cecep, Kabupaten Subang memiliki potensi pengembangan jagung selain komoditas padi.
Pemerintah berharap pengembangan usaha tersebut dapat menjadi model kemitraan berbasis komoditas unggulan yang melibatkan KDMP dan koperasi yang telah lebih dahulu menjalankan usaha.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, menyatakan pemerintah daerah mendukung pengembangan program KDMP, termasuk melalui penguatan usaha berbasis jagung. Ia menyebut terdapat 156 KDMP, dengan sekitar 116 di antaranya sedang menjalani verifikasi lapangan.
Yeni juga menilai peluang pemasaran jagung di Subang cukup terbuka karena terdapat pelaku industri yang membutuhkan komoditas tersebut.
“Kita siap, Kabupaten Subang menyukseskan program KDMP. Insyaallah Subang bisa jadi salah satu kabupaten yang bisa sukses untuk program KDMP,” ujar Yeni.
Dukungan terhadap pengembangan jaringan usaha jagung juga diharapkan datang dari Perum Bulog. Pimpinan Kantor Cabang Bulog Subang, Lanswenri, mengatakan Bulog telah melakukan penyerapan jagung dengan pendampingan Polres Subang.
Jagung yang diserap kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan peternak maupun dikirim ke sejumlah daerah yang membutuhkan pasokan.
“Kami berharap untuk ke depan melalui koperasi-koperasi mungkin juga bisa melakukan penjualan jagung ke Bulog sehingga bisa menjadi cadangan jagung pemerintah,” ujar Lanswenri.
Penguatan jaringan usaha ini diharapkan tidak hanya membantu pemasaran hasil panen, tetapi juga memperluas kerja sama dalam penyediaan sarana produksi, pembiayaan, penyimpanan, dan distribusi.
Dengan dukungan pemerintah daerah, koperasi, Bulog, serta pelaku usaha, pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Subang diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kepastian pasar bagi petani.










