TVRINews, Bandung
TVRI Jawa Barat mendatangi rumah sejumlah pemirsa melalui program Tawis Katineung. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat mengatasi gangguan penerimaan siaran sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-64 LPP TVRI.
Program Tawis Katineung berawal dari sejumlah laporan masyarakat yang mengalami kendala dalam menangkap siaran TVRI. Pengaduan tersebut disampaikan melalui WhatsApp Center Humas TVRI Jawa Barat dan kemudian ditindaklanjuti oleh tim teknis dengan melakukan pengecekan langsung ke rumah pemirsa.
Asisten Teknisi Siaran Pemula TVRI Jawa Barat, Muklis, mengatakan gangguan penerimaan siaran banyak dipengaruhi kondisi antena dan komponen pendukungnya.

“Awalnya kami menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat mengenai penerimaan siaran TVRI. Setelah kami cek ke lokasi, ternyata ada beberapa faktor yang memengaruhi, mulai dari arah antena hingga kondisi komponennya,” ujar Muklis.
Menurutnya, salah satu komponen antena yang kerap mengalami masalah adalah bagian driven. Korosi pada bagian tersebut dapat menurunkan kemampuan antena dalam menangkap sinyal.
Selain perangkat, kondisi geografis di sekitar rumah juga turut menentukan kualitas penerimaan siaran. Bangunan, pepohonan, maupun kontur wilayah seperti perbukitan dapat menghalangi sinyal sehingga posisi dan ketinggian antena perlu disesuaikan.
Untuk membantu pemirsa, TVRI Jawa Barat memberikan antena luar secara gratis kepada warga yang memenuhi kriteria serta melakukan pemasangan dan pengecekan penerimaan siaran di lokasi.
“Kami berinisiatif memberikan antena secara gratis kepada pemirsa yang membutuhkan. Harapannya, kualitas penerimaan siaran TVRI bisa menjadi lebih baik dan masyarakat dapat menikmati tayangan dengan nyaman,” kata Muklis.
Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang sebelumnya telah menyampaikan pengaduan, mengalami kerusakan antena, khususnya akibat korosi, maupun tinggal di wilayah dengan kualitas penerimaan siaran yang kurang optimal.
Muklis menambahkan, masyarakat yang masih mengalami gangguan siaran terestrial juga dapat menyampaikan laporan kepada TVRI Jawa Barat untuk mendapatkan penanganan dari tim teknis.
“Kalau masih ada masyarakat yang mengalami kendala penerimaan siaran terestrial atau masalah pada antena, kami siap melakukan pengecekan dan membantu mencari solusinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rangkaian HUT ke-81 RI dan HUT ke-64 LPP TVRI di TVRI Jawa Barat, Ari Dwi Astutik, mengatakan Tawis Katineung menjadi bentuk kedekatan TVRI dengan pemirsanya.
“Melalui Tawis Katineung, kami ingin hadir langsung di tengah pemirsa. Bantuan antena luar ini diharapkan dapat membuat penerimaan siaran TVRI lebih baik, sehingga pemirsa bisa terus menikmati informasi, edukasi, dan hiburan dari TVRI,” ujar Ari.
Selain Tawis Katineung, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dan HUT ke-64 LPP TVRI di TVRI Jawa Barat juga diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta sejumlah kegiatan internal.
Melalui Tawis Katineung, TVRI Jawa Barat tidak hanya memperbaiki kualitas penerimaan siaran, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pemirsa.










