TVRINews, Cirebon
Isak tangis haru dan duka mendalam mewarnai kedatangan jenazah Yaya Carya (56), salah satu korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport, saat tiba di rumah duka di Desa Sigong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kedatangan jasad korban langsung disambut oleh pihak keluarga, kerabat, serta tetangga sekitar.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kepulangan Yaya membawa duka sekaligus kepasrahan dan rasa syukur. Pasalnya, jasad pria paruh baya tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan teridentifikasi setelah 15 hari dinyatakan hilang sejak insiden karamnya kapal tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya hendak berangkat untuk bekerja ke Banjarmasin. Namun tak disangka, perjalanan tersebut menjadi yang terakhir bagi Yaya setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan.
Anak korban, Siti Hana, tak kuasa menahan kesedihannya saat menyambut kedatangan sang ayah di rumah duka. Pihak keluarga mengaku lega karena kepastian kondisi korban akhirnya terjawab setelah menunggu belasan hari dalam ketidakpastian.
"Kami dari keluarga merasa sedih sekali atas kepergian beliau. Tapi di sisi lain, kami juga sangat bersyukur karena setelah 15 hari dalam ketidakpastian, jenazah bapak akhirnya bisa ditemukan dan dibawa pulang ke rumah duka," ujar Siti Hana, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Desa Sigong, Sumarsono, menyampaikan bahwa jasad Yaya berhasil dievakuasi oleh tim penyelam SAR dari dalam bangkai kapal. Proses identifikasi juga berjalan cepat berkat dokumen identitas yang masih tersimpan rapi.
"Alhamdulillah, jasad korban ditemukan dalam kondisi utuh oleh tim selam SAR di dalam bangkai kapal. Korban atas nama Pak Yaya berhasil teridentifikasi dari tanda dan dokumen identitas yang ada di dalam tas yang masih terikat di pinggangnya," ungkap Sumarsono.
Setibanya di rumah duka, jenazah korban langsung dishalatkan oleh keluarga dan warga setempat. Pihak keluarga kemudian menyegerakan proses pemakaman Yaya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.










