TVRINews, Cirebon
Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, menghentikan sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Selasa, 9 Juni 2026. Penghentian dilakukan akibat belum cairnya anggaran operasional dari pemerintah.
Salah satu dapur yang terdampak berada di SPPG Pegambiran 01. Kondisi dapur yang biasanya aktif memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat kini terlihat tidak beroperasi.
Situasi serupa juga terjadi di sejumlah dapur MBG lainnya di Kota Cirebon. Keterlambatan pencairan dana membuat pengelola kesulitan menjalankan operasional, termasuk pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pendukung lainnya.
Koordinator SPPG Kecamatan Kejaksan, Igo Prasetya, menyebut sedikitnya empat dapur MBG di wilayahnya berhenti beroperasi sementara sejak hari ini.

(Foto: Koordinator SPPG Kecamatan Kejaksan, Igo Prasetya)
“Untuk wilayah Kecamatan Kejaksan ada empat dapur yang tidak beroperasi mulai hari ini karena keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah,” ujar Igo.
Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut diduga berkaitan dengan sejumlah dinamika teknis di tingkat pusat, termasuk penyesuaian sistem dan administrasi pelaporan.
“Ini mungkin karena dinamika di pusat, bisa juga ada pembaruan sistem atau faktor administrasi lainnya,” katanya.
Igo menambahkan, saat ini SPPG hanya dapat menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kelanjutan operasional program MBG.
“SPPG saat ini hanya bisa menunggu arahan dari pusat untuk bisa kembali beroperasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pengawas Keuangan SPPG Pegambiran 01, Salikun. Ia memastikan penghentian operasional dilakukan sejak Senin hingga waktu yang belum ditentukan karena dana operasional belum masuk.
“Betul, sejak hari Senin kami berhenti beroperasi sampai waktu yang belum ditentukan karena dana belum cair. Ini baru pertama kali terjadi keterlambatan,” kata Salikun.
Ia menjelaskan, pencairan dana operasional biasanya dilakukan setiap pekan melalui virtual account untuk mendukung kebutuhan dapur selama satu minggu ke depan.
“Biasanya pencairan dilakukan seminggu sekali melalui virtual account untuk operasional satu minggu ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, penghentian sementara ini berdampak pada 2.239 penerima manfaat di wilayah SPPG Pegambiran 01, mulai dari peserta didik TK, SD, SMP, SMA hingga posyandu.
Pengelola SPPG berharap pemerintah segera mencairkan anggaran agar layanan program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi.










