TVRINews, Majalengka
Maskapai Garuda Indonesia mengalihkan pendaratan dua penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pengalihan tersebut dilakukan setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik. Dua penerbangan Garuda Indonesia yang dialihkan yakni GA 961 dari Madinah dengan total 356 penumpang dan GA 983 dari Jeddah yang membawa 307 penumpang.
Ratusan penumpang tersebut mayoritas merupakan jemaah umrah asal Pesawaran, Lampung. Mereka yang seharusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta kemudian diarahkan ke BIJB Kertajati karena kondisi penerbangan di Cengkareng belum memungkinkan. Pengalihan pendaratan tersebut merupakan hasil koordinasi antara AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan pihak Garuda Indonesia.

Salah seorang jemaah umrah asal Pesawaran, Lampung, Hasyim Asyegaf, mengajak para jemaah menerima kondisi tersebut dengan sabar dan tetap berdoa.
"Erupsi yang ada di Banten, Anak Krakatau ini mau tidak mau, terima tidak terima, kita bersama-sama ikut menerima semuanya. Berdoa, bersabar, berarti kita harus tambah sabar lagi," ujar Hasyim, dikutip Senin, 7 September 2026.
Sementara itu, Executive General Manager PT BIJB Kertajati, Nuril Huda Mahmudin, menjelaskan bahwa sejumlah pesawat sempat mengalami pembatalan atau cancel di Cengkareng. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Garuda Indonesia dan Kementerian Perhubungan, penerbangan umrah tersebut dapat dialihkan ke Kertajati.
Nuril mengatakan BIJB Kertajati dinilai aman untuk pendaratan setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan terkait abu vulkanik.
"Anak Gunung Krakatau menyebabkan abu vulkaniknya keluar dan mengakibatkan Bandara Soekarno-Hatta terkena imbas sehingga tutup sementara. Tapi tadi setelah koordinasi dengan pihak Garuda dan Kementerian Perhubungan, untuk yang umrah dari Garuda Indonesia itu bisa di-landing-kan di Kertajati. Alhamdulillah, di Bandara Kertajati setelah beberapa kali melakukan paper test terkait abu vulkanik hasilnya negatif, jadi masih tergolong aman untuk dilandingkan pesawat udara," kata Nuril.
Para jemaah umrah yang hendak melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak bandara dan agen yang memberangkatkan mereka ke Tanah Suci.










