TVRINews - Tasikmalaya
Kemarau panjang membuat warga Kampung Pajagan, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah sumur di rumah mengering selama hampir enam bulan, warga terpaksa menggali sumur dadakan di tengah area persawahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sumur darurat tersebut kini menjadi andalan warga untuk mendapatkan air, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga memasak. Warga menggali sumur dengan kedalaman sekitar tiga meter dan menemukan sumber air yang dinilai cukup melimpah.

Salah seorang warga, Amuy, mengatakan sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air. Sebelum membuat sumur di area persawahan, ia harus membeli air dari penjual air galon meski lokasinya cukup jauh.
“Sudah hampir enam bulan. Sudah tidak ada air di rumah, jadi bikin di sini, di sawah. Ini dalamnya tiga meter. Alhamdulillah airnya banyak,” ujar Amuy kutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Amuy menilai air dari sumur dadakan tersebut tampak jernih. Namun, kelayakan air untuk diminum tetap memerlukan pemeriksaan kualitas air agar aman dikonsumsi.
Sebelumnya, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih atau mengambil air dari sumur milik warga lain yang jaraknya cukup jauh. Kehadiran sumur dadakan di tengah sawah setidaknya membantu warga memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan sumber air.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap hujan segera turun agar sumber air kembali terisi dan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara normal. Hingga kini, warga masih mengandalkan sumur dadakan tersebut untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama kemarau berlangsung.










