TVRINews, Cianjur
Sebanyak 20 kader kesehatan di Kampung Selahuni, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, mendapat pelatihan untuk membantu keluarga menghadapi kondisi anak yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pelatihan tersebut dikemas melalui program “Harmony in Healing” yang digelar STIKes Permata Nusantara bersama Puskesmas Nagrak. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan dukungan kepada anak dan keluarga, terutama dalam menghadapi kecemasan selama proses hospitalisasi.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 5 dan 16 Juli 2026. Para kader tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik dan simulasi pendampingan.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai hospitalisasi dan kecemasan pada anak, konsep Family-Centered Care, komunikasi terapeutik, simulasi kondisi perawatan di rumah sakit, hingga metode therapeutic play.
Ketua tim pelaksana sekaligus dosen Program Studi Keperawatan STIKes Permata Nusantara, Obar mengatakan kader memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kader berada paling dekat dengan keluarga di lingkungan tempat tinggalnya. Karena itu, ketika mereka memiliki keterampilan untuk membantu mengurangi kecemasan keluarga saat anak harus dirawat, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Obar.
Setelah pelatihan, kemampuan peserta dievaluasi melalui sejumlah tahapan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terkait pendampingan anak dan keluarga selama menghadapi perawatan di rumah sakit.
Tidak berhenti pada pelatihan, kader juga diterjunkan untuk melakukan pendampingan langsung kepada keluarga. Sebanyak 10 orang tua atau anggota keluarga turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pendampingan dilakukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada kader sekaligus memastikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
Obar menilai pendekatan tersebut penting karena kondisi anak yang harus menjalani rawat inap tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis orang tua dan anggota keluarga lainnya.
“Pendampingan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi. Keluarga juga membutuhkan dukungan emosional dan cara berkomunikasi yang tepat agar mereka lebih siap menghadapi proses perawatan anak,” katanya.
Program Harmony in Healing mendapat dukungan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula dari DPPM Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Ke depan, program tersebut akan dilanjutkan melalui pendampingan dan kerja sama antara STIKes Permata Nusantara dengan Puskesmas Nagrak. Model pelatihan ini juga diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan peran kader kesehatan di tingkat masyarakat, khususnya dalam memberikan dukungan kepada keluarga yang menghadapi kondisi anak selama menjalani perawatan medis.










