TVRINews, Subang
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, melakukan inovasi layanan distribusi logistik dengan menyiapkan armada kendaraan operasional serbaguna untuk mengantar kebutuhan pokok langsung ke rumah warga.
Armada yang disiapkan terdiri atas satu unit truk, satu unit mobil pick-up Ranger, dan dua unit becak motor (bentor). Untuk mendukung operasional distribusi, pengelola juga telah menyiagakan empat orang pengemudi yang siap melayani kebutuhan masyarakat.
Dari seluruh armada yang tersedia, bentor menjadi kendaraan yang paling diandalkan karena dinilai lebih efektif menjangkau jalan-jalan sempit di kawasan permukiman padat penduduk yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
.
Kepala Desa Cipeundeuy, Karso Sopanudin, mengatakan kendaraan operasional tersebut tidak hanya digunakan untuk mendistribusikan bahan pokok, tetapi juga mendukung berbagai unit usaha yang berada di bawah pengelolaan Kopdes Merah Putih.
"Selain menjadi sarana distribusi sembako, kendaraan operasional ini juga akan menunjang berbagai usaha yang dikelola Kopdes Merah Putih, mulai dari koperasi, apotek, klinik, hingga unit usaha lainnya," ujar Karso dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Dukungan terhadap inovasi tersebut juga datang dari pemerintah kecamatan. Camat Cipeundeuy, Hasan Sahroni, menilai pemilihan armada bentor sangat sesuai dengan kondisi geografis pedesaan yang memiliki banyak akses jalan sempit.
Menurut Hasan, kendaraan serbaguna seperti bentor lebih aman dan fleksibel digunakan untuk menjangkau permukiman warga. Ia juga mengungkapkan bahwa dua unit bentor yang akan dioperasikan merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Kopdes Merah Putih Desa Cipeundeuy ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan pemerataan layanan kebutuhan pokok bagi masyarakat di seluruh wilayah Desa Cipeundeuy.
Selain mempercepat distribusi barang, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak berbagai usaha desa yang terintegrasi dalam Kopdes Merah Putih, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga.










