TVRINews, Subang
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Subang di GOR Gotong Royong, Senin, 2 November 2026.
Kehadiran dua menteri tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Gizi Keluarga Melalui Distribusi dan Edukasi MBG 3B Kabupaten Subang”, yang diikuti ribuan kader pendamping keluarga dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kader TPK sebagai garda terdepan dalam pendampingan keluarga, khususnya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu fokus utama yang didorong dalam kegiatan tersebut adalah optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program MBG 3B diarahkan untuk memastikan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus memperoleh pemenuhan gizi yang cukup. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak dini, dimulai dari masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.
Ribuan kader TPK yang hadir memiliki peran strategis dalam menyukseskan program tersebut. Mereka menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kepada keluarga, mendampingi keluarga berisiko stunting, serta membantu memastikan berbagai program pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya menyalurkan makanan bergizi, kader TPK juga diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat, kesehatan keluarga, serta pemenuhan gizi selama masa kehamilan dan pertumbuhan anak.
Melalui kegiatan ini, pemerintah turut mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kader pendamping keluarga. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan program MBG 3B berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Kehadiran Menko PMK Sugiono dan Menteri Wihaji di Kabupaten Subang juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan keluarga dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Dengan melibatkan ribuan kader TPK hingga tingkat desa dan kelurahan, pemerintah berharap upaya pemenuhan gizi tidak hanya berhenti pada distribusi makanan bergizi. Edukasi dan pendampingan keluarga diharapkan berjalan beriringan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi sejak dini.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan stunting sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing.









