TVRINews, Tasikmalaya
Musim kemarau yang berlangsung sekitar empat bulan membuat debit air Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menyusut. Kondisi ini memunculkan hamparan rumput di area yang biasanya tertutup air dan menjadi pemandangan baru bagi wisatawan.
Hamparan rumput tersebut dimanfaatkan pengunjung sebagai lokasi berfoto. Sementara bagi warga sekitar, rumput yang tumbuh di dasar situ dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
Pengelola Situ Gede, Adi Tia Janaka, mengatakan penyusutan debit air kali ini kembali terjadi setelah hampir tiga tahun. Meski demikian, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan.
“Kalau untuk kunjungan masih stabil, biasa saja. Tetapi untuk pengairan ke lahan-lahan warga, memang sangat kekurangan,” ujar Adi.
Menurut Adi, air Situ Gede selama ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian masyarakat di sekitar kawasan. Menurunnya debit air membuat pasokan untuk sejumlah lahan pertanian dan kolam warga ikut berkurang.
Di sisi lain, kondisi surutnya air justru menghadirkan daya tarik baru bagi wisatawan. Pengunjung terutama datang pada sore hari untuk menikmati suasana dan berfoto di atas hamparan rumput yang biasanya berada di bawah permukaan air.
Warga juga memanfaatkan area tersebut untuk mencari rumput sebagai pakan ternak. Aktivitas ini dilakukan selama kondisi dasar situ masih mudah dijangkau.
Pengelola berharap hujan segera turun sehingga debit air Situ Gede dapat kembali normal. Selain menjaga kondisi ekosistem, ketersediaan air juga diperlukan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.
Situ Gede selama ini menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kota Tasikmalaya. Kondisi surutnya air diharapkan tidak berlangsung terlalu lama agar fungsi situ sebagai kawasan wisata sekaligus sumber pengairan warga dapat kembali optimal.









