TVRINews, Kabupaten Bogor
Polemik aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Aktivitas tambang di Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang kini tengah dikaji untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif.
Wakil Bupati Bogor Ade Rohendi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penutupan sementara sejumlah tambang sambil menunggu proses evaluasi dan pembenahan.
Ia menyebut Pemprov Jawa Barat juga tengah menyiapkan pembangunan jalan khusus tambang agar mobilitas warga tidak lagi terganggu kendaraan pengangkut material.
Di sisi lain, Pemkab Bogor meminta tambang yang telah mengantongi izin dan dinyatakan layak oleh para ahli untuk segera dibuka kembali.
Ade menegaskan bahwa ketersediaan material tambang sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga program pemerintah pusat seperti koperasi Merah Putih dan dapur MBG.
“Yang harus diwanti-wanti adalah jangan sampai pekerjaan berhenti di tengah jalan karena tidak ada material,” ujar Ade Rohendi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memahami adanya pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian warga menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor tambang, sementara warga lain terdampak debu dan kerusakan jalan akibat lalu lintas kendaraan tambang.
Karena itu, Pemkab Bogor meminta seluruh pihak bersabar dan memberi waktu kepada pemerintah untuk melakukan pembenahan tata kelola tambang serta mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk jalan provinsi dan jalan khusus tambang yang mulai direalisasikan.
Pemkab Bogor juga mendesak Pemprov Jawa Barat segera membuka kembali tambang berizin yang telah melalui kajian akademisi dari IPB dan ITB, agar pembangunan infrastruktur dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.










