TVRINews, Kabupaten Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial resmi meluncurkan dan mensosialisasikan penggunaan stiker bantuan sosial (bansos) guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Sosialisasi dilakukan kepada relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di 21 kecamatan secara bertahap. Selain menjadi penanda rumah penerima bantuan, stiker tersebut juga digunakan sebagai instrumen monitoring penerima manfaat.
Peluncuran dan sosialisasi berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Selanjutnya, stiker akan ditempel di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di berbagai desa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Makruf, mengatakan uji coba pemasangan stiker bansos telah dilakukan selama satu bulan terakhir di sejumlah kecamatan sebelum resmi diterapkan.
“Setelah melalui proses pengkajian yang matang, program ini akhirnya resmi diluncurkan hari ini kepada para petugas TKSK,” sebut Farid, Jumat, 22 Mei 2026.
Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, baru 21 kecamatan yang siap menjalankan program tersebut secara bertahap.
Program ini dinilai efektif untuk menekan manipulasi data sekaligus mengurangi penerima bantuan yang tidak sesuai kriteria.
Farid Makruf menjelaskan, persentase Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Bogor saat ini masih cukup tinggi, mencapai 6,23 persen. Terdapat sekitar 1.600 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 3.600 penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Melalui gerakan penempelan stiker bansos ini, pemerintah daerah berharap muncul kesadaran masyarakat mengenai hak penerima bantuan. Warga yang kondisi ekonominya sudah mampu diharapkan dapat mengundurkan diri secara sukarela dari daftar penerima bantuan sosial.










