TVRINews, Sumedang
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Dusun Mandalaherang, Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Warga RW 02 memasang bendera Merah Putih berukuran raksasa yang membentang sepanjang kurang lebih 300 meter di Jalan Lingkungan RW 02. Puluhan batang bambu digunakan sebagai penyangga bendera yang dipasang secara gotong royong oleh ratusan warga.
Tak hanya memasang bendera, warga juga menghias lingkungan dengan berbagai ornamen bernuansa kemerdekaan. Lampu warna-warni, kerajinan tangan hingga dekorasi berbahan hasil alam turut mempercantik kawasan permukiman.
Tokoh masyarakat setempat, Atep Dahrum (64), mengatakan pemasangan bendera raksasa tersebut merupakan gagasan yang telah direncanakan sejak peringatan HUT RI 2025.
"Sebetulnya waktu Agustus 2025 sudah ada niat, tapi baru terlaksana tahun 2026 ini. Jadi program ini bukan mendadak, tetapi sudah diprogramkan setahun sebelumnya," kata Atep, dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurutnya, pembuatan bendera dilakukan secara swadaya. Warga mengumpulkan dana untuk membeli kain satin, sedangkan proses penjahitan dilakukan Ketua RT setempat, Cece Saripudin, bersama istrinya, Euis Juariah.
"Panjangnya kurang lebih 300 meter. Yang menjahit Pak RT dan Bu RT. Kami membeli bahan, kemudian dijahit oleh Ibu RT," ucapnya.
Setelah selesai dijahit, warga bersama-sama memasang bendera di sepanjang jalan. Keahlian masyarakat juga dimanfaatkan untuk membuat berbagai dekorasi lingkungan, termasuk keterlibatan Ketua RW dalam penataan ornamen.
Pemasangan bendera telah dimulai sejak akhir Juli 2026. Atep menyebut prosesnya berjalan lancar berkat tingginya antusiasme dan kekompakan warga.
"Tidak ada kesulitan dalam pemasangan karena kekompakan warga. Antusias warga RW 2 khususnya memang soliditasnya sangat tinggi. Sinergitasnya juga sangat tinggi," ungkapnya.
Untuk seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembuatan bendera hingga dekorasi lingkungan, warga menghabiskan biaya sekitar Rp6 juta. Dana tersebut dihimpun melalui swadaya masyarakat dan bantuan sejumlah donatur.
Sementara itu, Ketua RT 02, Cece Saripudin (59), mengatakan proses menjahit bendera dilakukan bersama istrinya sejak awal Juli. Keduanya menjahit secara bergantian dengan memanfaatkan waktu luang di tengah kesibukan sehari-hari.
"Dijahit mulai awal Juli, saya sama istri bergantian menjahit kalau ada waktu luang. Saya merasa bangga dan terharu bisa menyelesaikan tugas menjahit bendera Merah Putih ini," ujar Cece.
Bagi masyarakat Mandalaherang, bendera raksasa tersebut bukan sekadar dekorasi untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Kegiatan itu sekaligus menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga dan mempertahankan semangat gotong royong.
Warga berharap semarak HUT ke-81 RI di Mandalaherang dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air di tengah kehidupan bermasyarakat. (Anda Nugraha / Aang)










