TVRINews, Kab. Banjar
Tiga unit bus Trans Banjarbakula khusus penumpang perempuan mulai beroperasi secara bertahap sejak 17 September 2026. Layanan ini dihadirkan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi perempuan pengguna transportasi umum di Kalimantan Selatan.
Ketiga armada tersebut dapat dikenali melalui tulisan “Bus Khusus Perempuan” pada kaca depan dan samping kiri. Armada dengan kode TB 1A.13 dan TB 1B.13 melayani rute Banjarmasin hingga Martapura, sedangkan TB 4.08 melayani rute Terminal Gambut Barakat hingga Kabupaten Tanah Laut.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Adi Rosian, mengatakan penyediaan bus khusus perempuan mempertimbangkan proporsi pengguna Trans Banjarbakula yang didominasi perempuan.
“Selama ini, lebih dari 54 persen pengguna Trans Banjarbakula adalah perempuan. Sekitar 55 persen di antaranya berusia produktif, yakni 18 hingga 35 tahun. Karena itu, kami mencoba menghadirkan bus khusus perempuan dan ternyata respons masyarakat cukup baik. Layanan ini juga untuk memberikan kenyamanan serta mengantisipasi potensi pelecehan yang selama ini menjadi perhatian,” ujar Adi Rosian, Selasa, 13 Oktober 2026.
Setiap armada bus khusus perempuan juga dilengkapi seorang pramusapa. Salah satunya, Nor Ismiana, menyebutkan bahwa respons masyarakat terhadap layanan ini sangat positif.
Menurut Nor Ismiana, layanan tersebut dinilai lebih nyaman bagi penumpang perempuan. Anak laki-laki berusia di bawah tujuh tahun juga tetap diperbolehkan ikut bersama orang tuanya. Sementara itu, anak laki-laki berusia tujuh tahun ke atas diarahkan menggunakan layanan bus reguler.
“Kalau yang ini lebih kondusif dan nyaman. Kalau membawa anak kecil, masih diperbolehkan, tetapi untuk anak laki-laki berusia tujuh tahun ke atas, kami jelaskan kepada ibunya bahwa anak tersebut harus menggunakan bus reguler,” ujar Nor Ismiana.
Kehadiran tiga armada bus khusus perempuan ini menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang nyaman. Ke depan, layanan tersebut berpotensi dikembangkan, termasuk melalui penambahan armada sesuai kebutuhan dan respons masyarakat Kalimantan Selatan.










