TVRINews, Pangandaran
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi resmi meluncurkan program Sekolah Manusia Unggulan atau Sekolah Maung untuk jenjang SMA dan SMK. Salah satu sekolah yang ditunjuk menjalankan program tersebut adalah SMK Negeri 1 Pangandaran.
Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMK Negeri 1 Pangandaran pun dipadati calon siswa. Sekolah tersebut menjadi satu dari 13 SMK negeri di Jawa Barat yang dipercaya menyelenggarakan program Sekolah Maung.
Kepala SMK Negeri 1 Pangandaran, Oo Kosidin, mengatakan program Sekolah Maung tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas seluruh komponen sekolah, mulai dari tenaga pendidik hingga sistem pelayanan pendidikan.
“Manusia unggul maka akan diunggulkan. Unggul bukan cuma siswanya tentunya, unggul dari pelayanannya, dari sistemnya, unggul daripada gurunya, kepala sekolahnya dan tentunya unggul semua komponen yang mendukung di dalamnya,” ujar Oo Kosidin.
Ia menambahkan, program Sekolah Manusia Unggulan bertujuan melahirkan generasi yang cerdas, berkualitas, berkarakter, mandiri, disiplin, serta sehat secara fisik dan mental. Program tersebut juga disebut berakar pada kearifan lokal budaya Sunda di Jawa Barat.
Sementara itu, panitia SPMB, Bardan Susanto, menyebutkan SMK Negeri 1 Pangandaran menyiapkan kuota 448 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar.
“Kuota SPMB-nya itu totalnya 448 dari empat belas rombel, empat belas kelas,” kata Bardan Susanto.
Untuk tahun ajaran baru ini, sekolah menyediakan 24 ruang kelas dengan tujuh konsentrasi keahlian dan enam program keahlian yang dapat dipilih siswa sesuai minat dan bidang masing-masing.










