TVRINews - Tasikmalaya
Peringatan Hari Koperasi Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai strategi membangun ekonomi nasional yang dimulai dari desa.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menilai kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Prof. Achmad menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional akan lebih kokoh apabila diawali dengan penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah yang tepat untuk membangun ekonomi rakyat dari tingkat desa. Ketika desa kuat, maka fondasi ekonomi nasional juga akan semakin kokoh. Membangun negara jika tidak berbasis desa maka perekonomian negara akan rapuh. Karena itu, penguatan lembaga desa, termasuk koperasi, akan menjadi mesin ekonomi yang andal bagi perekonomian," ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 12 Juli 2026.
Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih tidak cukup hanya menjalankan fungsi simpan pinjam. Koperasi harus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, perdagangan, logistik, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Konsep tersebut dinilai berpotensi memperpendek rantai distribusi, meningkatkan nilai tambah produk desa, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Prof. Achmad juga mengusulkan agar pengembangan Koperasi Desa Merah Putih diperkuat dengan semangat kreativitas, kemandirian, dan inovasi, serta pola pikir bisnis berbasis capital inflow yang ia sebut sebagai Koperasipreneurship.
"Program yang digagas Presiden Prabowo harus didukung dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Koperasi juga perlu memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada anggotanya," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat. Generasi muda juga harus dilibatkan melalui inovasi dan digitalisasi agar koperasi mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Prof. Achmad mengapresiasi langkah pemerintah yang menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam membangun ekonomi desa. Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga oleh pemerataan kesejahteraan. Koperasi adalah instrumen yang mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, penguatan Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa," tegasnya.
Pemerintah sendiri terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan, dengan harapan program tersebut menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkokoh fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia Emas 2045.










