TVRINews, Kuningan
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, sejumlah toko perlengkapan sekolah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dipadati pembeli. Meningkatnya kebutuhan perlengkapan sekolah membuat penjualan seragam, tas, buku, hingga sepatu mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa.
Salah satu toko perlengkapan sekolah di kawasan Pasar Kepuh, Kabupaten Kuningan, dipenuhi warga yang datang bersama anak-anak mereka untuk berbelanja berbagai kebutuhan sekolah. Antrean pembeli terlihat mengular sejak pagi, hanya beberapa hari menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Para orang tua memanfaatkan momen ini untuk melengkapi kebutuhan sekolah anak, mulai dari seragam SD, SMP, dan SMA, hingga buku tulis, tas, sepatu, serta perlengkapan belajar lainnya.
Salah seorang pembeli, Nining Murniati, mengaku memilih berbelanja di toko tersebut karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan toko lain. Selain itu, ia telah menjadi pelanggan tetap setiap memasuki tahun ajaran baru.
“Saya sudah langganan belanja di sini setiap tahun karena harganya lebih murah. Sekarang membeli seragam SMP untuk anak, sekaligus membeli buku dan tas untuk kebutuhan sekolah,” ujar Nining Murniati, Jumat, 10 Juli 2026.
Sementara itu, pemilik toko perlengkapan sekolah, Devi Nur Alfiah, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, penjualan seragam sekolah naik sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Dalam sehari kami bisa menjual lebih dari 20 kodi seragam sekolah untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang paling ramai dan mampu meningkatkan omzet hingga puluhan juta rupiah per hari,” kata Devi.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya telah menyiapkan stok ratusan kodi seragam yang disimpan di gudang. Selain seragam, persediaan perlengkapan sekolah lainnya juga ditambah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Devi memperkirakan jumlah pembeli akan terus meningkat hingga hari pertama masuk sekolah. Bahkan, dibandingkan hari-hari biasa, peningkatan transaksi diprediksi dapat mencapai lebih dari 100 persen seiring semakin dekatnya dimulainya tahun ajaran baru.










