TVRINews, Cirebon
Program pompanisasi yang diberikan pemerintah membantu petani di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengatasi persoalan kekeringan sekaligus mengantisipasi ancaman gagal panen.
Salah satu lokasi penerima bantuan berada di Blok Kayen, Desa Susukan, Kecamatan Susukan. Di wilayah tersebut, sekitar 390 hektare lahan pertanian sempat mengalami kekurangan air akibat menurunnya pasokan dari saluran irigasi.
Pompa bantuan pemerintah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) memiliki kemampuan menghasilkan debit air hingga 36 ribu liter per jam. Peralatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Pompa yang digunakan merupakan pompa hibrida dengan dua sumber energi. Pada siang hari, pompa memanfaatkan tenaga matahari melalui panel surya, sedangkan energi listrik digunakan untuk mendukung operasional pada malam hari.
Sebelum mendapatkan bantuan pompanisasi, petani di Blok Kayen mengandalkan pasokan air dari jaringan irigasi yang bersumber dari wilayah Majalengka. Namun, debit air yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.
Salah seorang petani, Mashudi, mengaku keberadaan pompanisasi membuat petani lebih tenang menghadapi musim kekeringan.
"Sebelum ada pompanisasi, kami khawatir lahan tidak mendapatkan air dan bisa gagal panen. Setelah pompanisasi berfungsi, alhamdulillah sawah kembali mendapatkan pasokan air dan ancaman gagal panen bisa dihindari," ujar Mashudi, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Mashudi, pompa tersebut telah terpasang sekitar 40 hari. Pemerintah bersama Dinas Pertanian juga secara berkala melakukan pengecekan untuk memastikan sistem pengairan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bantuan pompanisasi diberikan setelah petani dan kelompok tani menyampaikan laporan mengenai kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut. Pemerintah kemudian melakukan peninjauan untuk melihat kondisi lahan sekaligus mengidentifikasi sumber air yang dapat dimanfaatkan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan pemerintah mendapatkan bantuan sistem irigasi bertekanan di dua lokasi untuk membantu mengatasi persoalan kekeringan.
"Kami mendapatkan bantuan irigasi bertekanan di dua titik untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian yang terdampak kekeringan," kata Deni.
Deni menjelaskan, salah satu bantuan ditempatkan di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, berupa satu unit pompa dan jaringan pipa sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
Sementara di Blok Kayen, pompanisasi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian yang mengalami kekeringan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah bersama petani mencari sumber air yang masih memiliki ketersediaan cukup. Salah satu sumber yang dimanfaatkan berasal dari Saluran Rentang Kanan.
Keberadaan pompanisasi diharapkan dapat menjaga pasokan air hingga memasuki masa panen. Selain membantu mempertahankan produktivitas lahan, ketersediaan air yang lebih terjamin juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya pengairan yang harus dikeluarkan petani.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan pertanian dan operasional pompanisasi guna memastikan bantuan tersebut memberikan manfaat bagi petani selama periode kekeringan.










