TVRINews, Bandung
Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Kota Bandung, Jawa Barat, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam lapas. Sabu seberat 19,14 gram tersebut disembunyikan oleh seorang pengunjung di dalam dubur dan dibungkus menggunakan alat kontrasepsi.
Kasus ini terungkap saat jam kunjungan pada Senin pagi. Petugas menaruh curiga kepada seorang pengunjung pria berinisial F yang datang bersama seorang perempuan. Perempuan tersebut diketahui merupakan ibu dari salah satu warga binaan kasus narkotika di lapas tersebut.
Gerak-gerik pelaku yang terlihat gelisah saat pemeriksaan membuat petugas melakukan penggeledahan lebih lanjut. Meski sempat mengelak, petugas kemudian mengarahkan pelaku ke kamar mandi untuk menjalani pemeriksaan mendalam.
Dari hasil pemeriksaan itu, petugas menemukan bungkusan berisi sabu yang disembunyikan di dalam dubur pelaku. Barang bukti yang diamankan memiliki berat total 19,14 gram. Barang haram tersebut diduga kuat akan diselundupkan kepada warga binaan yang sedang menjalani hukuman di Lapas Banceuy.

(Foto: Barang Bukti Sabu)
Selain mengamankan pelaku F, petugas juga memeriksa perempuan yang mendampinginya. Perempuan tersebut merupakan ibu kandung dari warga binaan yang diduga menjadi tujuan pengiriman sabu.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Andhika Saputra, mengatakan bahwa upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan saat pemeriksaan kunjungan berlangsung.
"Pada sesi kunjungan pagi, kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang disembunyikan di dalam dubur dan dibungkus menggunakan alat kontrasepsi. Yang membawa adalah seorang laki-laki berinisial F yang akan berkunjung ke warga binaan kasus narkotika," ujar Andhika Saputra.
Ia menjelaskan, kecurigaan petugas muncul karena gerak-gerik pelaku yang terlihat tidak biasa saat menjalani pemeriksaan di pintu utama lapas.
"Saat diperiksa, yang bersangkutan terlihat gelisah. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga akhirnya ditemukan bungkusan narkotika yang disembunyikan di dalam duburnya," katanya.
Pihak lapas kini telah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri keterlibatan warga binaan yang diduga memesan narkotika tersebut.

Andhika menambahkan, perempuan yang mendampingi pelaku juga masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini.
"Ibu kandung warga binaan yang mendampingi pelaku juga sedang diperiksa. Untuk informasi lebih lanjut terkait keterlibatan pihak lain masih didalami oleh BNNP Jawa Barat," ujarnya.
Petugas menduga narkotika tersebut dipesan oleh warga binaan dari dalam lapas. Kasus ini sekarang sepenuhnya ditangani oleh BNNP Jawa Barat untuk mengungkap jaringan serta pihak lain yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.










