TVRINews, Bogor
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan pembekalan kepada sekitar 200 relawan Sinergi Peduli Bangsa (SIGAP) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pembekalan yang berlangsung selama tiga hari itu bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.
Selama pelatihan, para relawan dibekali berbagai keterampilan penanggulangan bencana oleh para instruktur di bidangnya, termasuk penanganan awal terhadap korban terdampak bencana.
Muhaimin mengatakan Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya. Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat melalui relawan yang terlatih menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan bencana sehingga kemampuan, strategi, dan teknologi yang digunakan dapat terus berkembang. Menurutnya, Indonesia juga perlu belajar dari negara-negara lain yang memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih maju.
Menanggapi potensi kekeringan akibat El Niño, Muhaimin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan, ketersediaan air, dan aspek kesehatan.
"El Nino ini telah kita rasakan bukan hanya di Indonesia atau Asia, bahkan di Eropa dan Amerika juga mengalami kekeringan. Tentu harus diantisipasi dengan pola irigasi yang memadai, terutama bidang pangan, dan juga aspek kesehatan hingga September," katanya, Sabtu, 19 Juli 2026.
Muhaimin mengimbau masyarakat memanfaatkan musim kemarau dengan menjaga sistem irigasi dan mengantisipasi dampak kekeringan agar kebutuhan pangan, air, dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.










