TVRINews, Kabupaten Bandung
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, setelah kemarau panjang menyebabkan kirmir penahan saluran Irigasi Cikuya jebol, Kamis, 10 September 2026.
Tanggul yang ambrol berada di Kampung Bojongloa Pojok, Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin. Material tanggul dan lumpur kemudian menerjang permukiman warga.
Berdasarkan pendataan di lokasi, sedikitnya 10 rumah terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, sementara tujuh rumah lainnya terdampak material lumpur. Sebanyak 20 warga ikut terdampak dalam kejadian tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka.

Ketua RW setempat, Jejen Nujana, mengatakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat.
“Warga yang rumahnya rusak berat sementara mengungsi ke rumah saudaranya. Hari ini kami bersama aparat desa dan kecamatan bergotong royong membersihkan lumpur sekaligus membuat bronjong sementara untuk menahan bagian kirmir yang ambrol,” ujar Jejen.
Sementara itu, Camat Kutawaringin Mamet Slamet mengatakan jebolnya kirmir diduga dipicu meningkatnya debit air setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi saluran irigasi menjadi semakin rentan setelah wilayah tersebut sebelumnya mengalami musim kemarau yang cukup panjang.
“Saluran irigasi ini merupakan kewenangan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Hujan deras setelah kemarau panjang membuat debit air meningkat sehingga struktur penahan tidak mampu menahan tekanan air,” jelas Mamet.
Pasca kejadian, warga bersama pemerintah desa dan kecamatan melakukan penanganan darurat. Material lumpur yang masuk ke rumah warga mulai dibersihkan, sementara bagian tanggul yang jebol ditangani sementara menggunakan bronjong manual.
Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat juga telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen di lokasi. Pemerintah daerah selanjutnya menyiapkan rencana perbaikan permanen, termasuk kemungkinan pengerahan alat berat.
Pemerintah Kecamatan Kutawaringin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul mulai meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bandung.
Warga yang tinggal di sekitar saluran irigasi, bantaran sungai, maupun kawasan dengan kondisi tanah yang labil diminta segera melapor apabila melihat tanda-tanda kerusakan tanggul atau potensi longsor.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca setelah kemarau panjang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemeriksaan infrastruktur menjadi penting untuk mencegah dampak yang lebih besar.










