TVRINews, Majalengka
Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI menyalurkan bantuan Program Beasiswa Vokasi berupa pelatihan menjahit kepada 120 mustahik di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Program yang digelar di Balai Latihan Kerja atau BLK Cakraningrat, Majalengka, ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, serta Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Majalengka.
Pelatihan dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan menjahit, tetapi juga membuka akses kerja bagi peserta. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diproyeksikan dapat terserap di sejumlah perusahaan industri garmen di Majalengka.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, mengatakan pengelolaan dana ZIS diarahkan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi para mustahik.
“Kami ingin bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Melalui pelatihan vokasi ini, para mustahik dibekali keterampilan agar memiliki peluang untuk bekerja, memperoleh penghasilan, dan secara bertahap menjadi mandiri,” ujar Idy Muzayyad.
Menurutnya, pemberdayaan tersebut diharapkan dapat mengubah kondisi penerima manfaat dari yang sebelumnya bergantung pada bantuan menjadi masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri.
“Harapan kami, mereka yang hari ini menerima manfaat suatu saat dapat meningkatkan taraf ekonominya, bahkan bisa menjadi muzaki dan ikut memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya,” tambahnya.
Program pelatihan vokasi ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Salah satunya melalui program Matahati yang mendorong terbukanya akses terhadap pekerjaan yang layak dan merata.
Salah seorang peserta, Nur Azizah, mengapresiasi kesempatan mengikuti pelatihan menjahit tersebut. Menurutnya, program ini memberikan bekal keterampilan sekaligus membuka peluang untuk memperoleh pekerjaan secara lebih aman dan resmi.
“Kami sangat terbantu karena selain mendapatkan keterampilan, program ini juga memberikan akses yang lebih jelas bagi kami yang ingin bekerja di industri garmen. Harapannya, kami bisa mendapatkan pekerjaan tanpa harus melalui pihak-pihak yang membebani pencari kerja dengan biaya yang tidak semestinya,” ungkap Nur Azizah.
Untuk memperkuat kepastian penyerapan lulusan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Majalengka dengan dua perusahaan industri garmen, yakni PT Harapan Global Apparel dan PT Glorystar Wisesa.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi jembatan antara pelatihan yang diberikan kepada mustahik dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri. Dengan demikian, dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas penerima manfaat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Majalengka juga menyerahkan bantuan secara simbolis untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur kepada BAZNAS RI. Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana sekaligus memperluas manfaat pengelolaan dana sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.










