TVRINews, Bogor
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga Jumat, 11 September, 2026 masih belum sepenuhnya padam.
Kobaran api dan kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik. Petugas gabungan pun terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.
Penanganan melibatkan petugas pemadam kebakaran, BPBD, pemerintah daerah, TNI Angkatan Udara, relawan, serta masyarakat.
Pemadaman dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyiraman menggunakan pesawat water bomber, penyemprotan dari darat, hingga pengerukan gunungan sampah.
Namun, kondisi tumpukan sampah yang tinggi dan telah menumpuk selama puluhan tahun menjadi tantangan tersendiri. Bara api masih ditemukan di bagian dalam sehingga tidak cukup hanya disiram dari permukaan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan petugas harus membongkar bagian tumpukan yang masih mengeluarkan asap atau bara sebelum dilakukan penyiraman dan pendinginan.
“Karakter kebakarannya hampir seperti di lahan gambut. Tumpukan sampah di sini sudah puluhan tahun dan tingginya lebih dari 10 meter, sehingga bara bisa berada jauh di dalam,” ujar Rudy, Kamis 10, September 2026.
Menurut Rudy, proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap. Tumpukan sampah dibongkar untuk mencari sumber bara, kemudian titik tersebut disemprot hingga benar-benar dingin.
Setelah dipastikan tidak lagi mengeluarkan bara, material sampah kembali ditutup untuk mencegah munculnya api baru.
Rudy menyebut, pada Kamis, titik api di wilayah Kabupaten Bogor telah berhasil dikendalikan. Petugas kemudian memusatkan penanganan pada sejumlah titik yang berada di wilayah Kota Bogor.
Secara keseluruhan, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 7,1 hektare, termasuk wilayah yang masuk administrasi Kota Bogor.
Selain berdampak pada lingkungan, kebakaran TPA Galuga juga mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah telah menyiapkan empat posko kesehatan sejak hari pertama untuk memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak asap.
Bantuan sosial juga disiapkan melalui Dinas Sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Gangguan operasional TPA Galuga turut berimbas pada pengangkutan sampah dari wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Ratusan armada pengangkut sampah sempat tertahan karena proses pembuangan ke TPA terganggu.
Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor sebelumnya mengusulkan penggunaan kawasan TPA Nambo untuk sementara sebagai lokasi pembuangan sampah selama proses pemadaman Galuga berlangsung.
Namun, usulan tersebut belum mendapat persetujuan sehingga antrean kendaraan pengangkut sampah masih terjadi.
Hingga Jumat, petugas gabungan masih fokus mengendalikan titik-titik api yang tersisa. Selain penyiraman, pengerukan gunungan sampah terus dilakukan untuk memastikan bara di bagian dalam benar-benar padam.
Penanganan akan dilanjutkan hingga seluruh titik dinyatakan aman dan tidak lagi berpotensi memunculkan api.










