TVRINews, Jakarta
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan seluruh prajurit TNI harus tetap memegang teguh jati diri sebagai tentara profesional dan tidak terseret dalam kepentingan politik maupun bisnis.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung di sela peluncuran Enam Satuan Tugas (Satgas) Nasional PABPDSI periode 2026–2032 di Alun-Alun Pasanggrahan Pajajaran, Purwakarta. Kegiatan itu dihadiri sekitar 10.000 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah dan Asta Cita Presiden di tingkat desa.

Menanggapi dinamika yang menjadi perhatian publik terkait hubungan antarlembaga hukum di tingkat pusat, Dudung menyatakan optimistis prajurit TNI aktif akan tetap berpegang teguh pada empat jati diri TNI, yakni sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.
"Panglima TNI, beliau yang berhak menjawab. Tetapi saya mantan TNI, saya berkeyakinan dan saya meyakini bahwa prajurit TNI ini tetap berpegang teguh kepada jati diri TNI. Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," ujar Dudung dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sebagai tentara rakyat, TNI harus selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Sementara sebagai tentara pejuang dan tentara nasional, seluruh pengabdian prajurit ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan kelompok, golongan, ataupun individu.
Kemudian, Dudung juga memberikan penekanan khusus pada profesionalisme prajurit. Menurutnya, TNI dididik dan dilatih semata-mata untuk menjalankan tugas pokok pertahanan negara sehingga tidak boleh terlibat dalam urusan politik maupun bisnis.
"Yang terakhir adalah tentara profesional. Dia dilatih, dididik hanya untuk melaksanakan tugas pokoknya. Bukan untuk kepentingan politik, bukan untuk kepentingan bisnis. Karena saya yakin tentara dengan berpegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, dia tidak pernah akan goyah," tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Dudung mengingatkan seluruh prajurit TNI agar senantiasa menjaga kedekatan dengan masyarakat serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Saya sampaikan kepada prajurit-prajurit TNI, ingat kepentingan kamu, kedaulatan tertinggi itu adalah rakyat, sehingga jangan jauh dari rakyat, jangan melukai rakyat, sesuai dengan 8 Wajib TNI," ucapnya.










