TVRINews, Bandung
Sebanyak 143 ribu warga Kota Bandung, Jawa Barat mulai menerima bantuan pangan berupa beras untuk periode Juli hingga September 2026. Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Kota Bandung bersama Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.
Bantuan diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan.
Dengan jumlah penerima mencapai 143 ribu warga, total beras yang disiapkan untuk Kota Bandung mencapai sekitar 4.900 ton.
Penyaluran bantuan secara resmi dilakukan di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Kamis, 27 Agustus 2026. Di wilayah tersebut tercatat sebanyak 665 penerima dengan total bantuan mencapai 19,95 ton beras.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap data penerima bantuan. Evaluasi diperlukan karena kondisi ekonomi masyarakat di lapangan belum tentu sepenuhnya sesuai dengan data yang tercatat

“Kita terus melakukan evaluasi terhadap data penerima bantuan, karena kondisi masyarakat di lapangan belum tentu sama dengan data yang tercatat. Ada warga yang secara kondisi sebenarnya layak masuk desil satu sampai lima, tetapi dalam data justru tercatat di desil yang lebih tinggi," kata Farhan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung menyiapkan bantuan penyangga bagi masyarakat yang dinilai berhak menerima bantuan, tetapi belum tercatat sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat.
“Untuk masyarakat yang memang membutuhkan tetapi belum masuk dalam data penerima bantuan pemerintah pusat, kita siapkan bantuan penyangga. Data tersebut akan kita evaluasi melalui musyawarah kelurahan dan pendataan ulang," ujarnya.
Menurut Farhan, pemutakhiran data menjadi penting agar bantuan pemerintah dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. Pemerintah di tingkat kewilayahan juga diminta aktif melakukan verifikasi kondisi masyarakat.
Sementara itu, Perum Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Bandung.
Hingga saat ini, bantuan telah disalurkan di empat dari total 30 kecamatan di Kota Bandung. Bulog menargetkan seluruh bantuan beras dapat selesai disalurkan paling lambat 20 September 2026.
Selain bantuan pangan gratis, Bulog juga menyediakan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP. Harga beras SPHP dipatok sekitar Rp11 ribu per kilogram di gudang Bulog dan sekitar Rp12.500 per kilogram melalui pengecer.
Program bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain meringankan beban pengeluaran rumah tangga, penyaluran bantuan beras juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
Pemkot Bandung memastikan evaluasi dan pemutakhiran data penerima akan terus dilakukan agar program bantuan pangan dapat berjalan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.










