TVRINews, Pangandaran
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat menggelar Safari Literasi di tujuh kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan budaya membaca di tengah menurunnya Indeks Gemar Membaca di Jawa Barat. Salah satu kegiatan tersebut diselenggarakan di Kabupaten Pangandaran.
Safari Literasi di Pangandaran diikuti berbagai komunitas pegiat literasi, pelajar, serta komunitas gemar membaca dari luar daerah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun budaya literasi di masyarakat.
Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan peningkatan literasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix.
"Literasi itu tidak hanya pemerintah saja. Kita butuh akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan juga media agar ada persamaan persepsi dalam menumbuhkan literasi di masyarakat," ujar Kusmana, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Safari Literasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Menurutnya, berdasarkan indikator terbaru, indeks literasi di Jawa Barat mengalami sedikit penurunan sehingga diperlukan berbagai langkah untuk mendorong peningkatannya.
Kepala Dispusip Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari, menyampaikan apresiasinya karena Pangandaran menjadi salah satu dari tujuh daerah yang dipilih sebagai lokasi Safari Literasi.
"Dari 27 kabupaten/kota, hanya tujuh yang dikunjungi untuk Safari Literasi ini. Tentunya ini memberi harapan dan dampak positif bagi para pegiat literasi di Kabupaten Pangandaran," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Dispusipda Provinsi Jawa Barat berharap minat baca masyarakat terus meningkat, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum, sehingga mampu memperkuat budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.










