TVRINews, Bogor
Kondisi bangunan SD Negeri Sasana Wiyata 02 di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memerlukan perhatian serius. Empat dari delapan ruang kelas yang dimiliki sekolah mengalami kerusakan berat, sehingga tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan yang terjadi pada bagian atap, plafon, dan genteng telah berlangsung selama beberapa tahun. Akibatnya, sekolah hanya dapat memanfaatkan empat ruang kelas yang masih layak digunakan.
Kepala SDN Sasana Wiyata 02, Ecih Kurnia, mengatakan keterbatasan ruang memaksa pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar.
"Dari delapan ruang kelas yang kami miliki, hanya empat yang masih bisa digunakan. Empat ruang lainnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar," ujar Ecih Kurnia.
Dengan kondisi tersebut, sebelas rombongan belajar harus dibagi ke dalam dua sesi. Sebagian siswa mengikuti pembelajaran pada pagi hari, sedangkan sisanya belajar pada siang hari.
Kondisi bangunan yang rusak juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan agar anak-anak dapat belajar dengan aman.
"Kami khawatir kalau anak-anak belajar di sekolah dengan kondisi seperti ini. Bangunannya sudah rusak dan kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Eni, salah seorang orang tua siswa.
Selain mengurangi rasa aman, kerusakan bangunan juga berdampak pada kenyamanan proses belajar. Saat hujan turun, air masuk ke sejumlah ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar kerap terganggu.
"Kalau hujan, air masuk ke dalam kelas sehingga kami harus membersihkannya terlebih dahulu. Karena ruang kelas terbatas, pembelajaran juga harus dilakukan secara bergilir," tambah Eni.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi terhadap ruang-ruang kelas yang rusak agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.









