TVRINews, Kuningan
Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai atau TNGC, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Api yang membakar kawasan vegetasi tersebut berhasil dipadamkan tim gabungan setelah penanganan berlangsung hampir dua hari.
Sedikitnya 46 hektare lahan terdampak kebakaran. Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kebakaran pertama kali diketahui pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Titik api berada di Blok Jalan Maling, wilayah Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.
Lokasi tersebut berada tidak jauh dari area yang sebelumnya juga mengalami kebakaran pada Senin (7/9/2026).
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, membenarkan bahwa titik kebakaran kembali muncul di sekitar kawasan yang sebelumnya terdampak.

“Iya, masih di sekitar areal yang terbakar,” ujar Eska.
Penanganan kebakaran melibatkan ratusan personel gabungan. Mereka terdiri dari BPBD Kabupaten Kuningan, petugas TNGC, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat sekitar.
Proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus menghadapi medan lereng gunung yang terjal, vegetasi yang mengering akibat musim kemarau, serta hembusan angin yang cukup kencang dan berubah arah.
Untuk mendukung proses pemadaman, armada mobil tangki bantuan dari TNI juga dikerahkan hingga ke titik yang memungkinkan untuk mendekati kawasan terdampak.
Berdasarkan data TNGC, api sempat menjalar di lima blok kawasan taman nasional, yakni Blok Ciletik, Manguntapa, Panjak Roma, Jalan Maling, dan Cibatu Bodas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan seluruh titik api utama telah berhasil dipadamkan.
Namun, petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi. Penyisiran dan penyiraman kembali dilakukan untuk mencegah bara api muncul dan memicu kebakaran baru.
“Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan cooling down di lokasi,” kata Indra Bayu Permana.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api di kawasan konservasi tersebut.
Penanganan terkait penyebab dan dugaan faktor pemicu kebakaran kini menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan jajaran Polres Kuningan.
Sementara itu, petugas gabungan tetap bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya kembali api, mengingat kondisi vegetasi yang kering dan cuaca kemarau masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.










