TVRINews, Cirebon
Peran chief engineer dinilai semakin strategis dalam menghadapi tantangan pengelolaan gedung modern. Di tengah perkembangan industri, profesi ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keandalan fasilitas serta keselamatan penghuni dan pengunjung.
Perkembangan industri modern menuntut chief engineer memiliki kesiapan dan kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat di berbagai sektor, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, pabrik, hingga rumah sakit.
Saat terjadi gangguan seperti kebocoran, aktivasi fire alarm, detektor gempa, maupun insiden lift, chief engineer menjadi pihak pertama yang mengambil langkah penanganan agar operasional gedung tetap berjalan dengan aman.

Hingga saat ini, target zero accident masih menjadi fokus utama. Kemampuan mengantisipasi dan meminimalkan potensi insiden menjadi kunci dalam menjaga keselamatan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan gedung modern.
Ketua Wilayah Asosiasi Chief Engineer Cirebon, Sardoyo, mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah melakukan efisiensi penggunaan energi dalam operasional gedung.
"Tantangan yang terbesar saat ini ya gimana bisa menghemat atau memanfaatkan energi yang ada, mana yang perlu, mana yang nggak," ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Minggu, 19 Juli 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Chief Engineer Cirebon, Kimto, mengatakan penerapan teknologi terbaru terus dilakukan untuk mendukung efisiensi energi, salah satunya melalui pemanfaatan solar cell.
"Sekarang teknologi sudah terbarukan. Contoh di electrical, untuk penerangan kita lebih banyak menggunakan solar cell," kata Kimto.
Dengan tuntutan industri yang terus berkembang, peran chief engineer diharapkan semakin profesional dan responsif dalam menjaga keandalan fasilitas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.










