TVRINews, Karawang
Dua santri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban salah sasaran setelah disangka sebagai pelaku begal oleh seorang oknum anggota Linmas. Akibat kejadian tersebut, keduanya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Maryanto dirawat di RS Hastien Karawang, sementara Ahmad Mufadhol menjalani perawatan di RS Proklamasi Rengasdengklok. Keduanya mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan masih membutuhkan penanganan medis.
Peristiwa itu diduga terjadi saat kedua santri hendak pulang usai menghadiri acara haul di sebuah pondok pesantren di wilayah Cikangkung, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, pada Senin malam. Saat melintasi jalan persawahan yang minim penerangan, mereka memacu sepeda motor untuk menyusul rekan yang berada di depan.
Namun, ketika melintas di Jalan Cilutung, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, keduanya diduga disangka sebagai pelaku begal. Seorang oknum anggota Linmas yang sedang berjaga di pos ronda diduga berusaha menghentikan mereka dengan melemparkan balok ke arah sepeda motor yang dikendarai korban.
Akibatnya, kedua santri terjatuh dari kendaraan. Mereka juga diduga sempat disiram cairan panas oleh oknum tersebut hingga mengalami luka bakar dan luka di sejumlah bagian tubuh.
Maryanto mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya petugas Linmas di lokasi dan menduga dirinya disangka sebagai pelaku begal karena melaju dengan kecepatan tinggi untuk mengejar temannya.
"Saya nggak tahu ada Linmas di situ. Saya ngebut karena teman saya di depan. Mungkin dikira begal yang lagi ngejar teman saya, terus dipalang pakai batang pohon dan ditimpuk air panas. Saya mental," ujar Maryanto kutip Kamis, 6 Agustus 2026.
Meski sempat mendapat perawatan di RS Hastien Karawang, kondisi Maryanto kemudian dirujuk ke RSUD Rengasdengklok untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga kini, Polsek Rengasdengklok bersama Satreskrim Polres Karawang masih menyelidiki dugaan peristiwa tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta memastikan dugaan keterlibatan oknum anggota Linmas dalam insiden itu.









