TVRINews, Bandung
Warga Kota Bandung dihebohkan dengan kemunculan seekor burung unta yang berkeliaran bebas di kawasan Rancabolang, Kecamatan Buahbatu, Senin, 20 Juli 2026. Momen langka tersebut sempat terekam dalam video amatir warga dan dengan cepat menyebar luas hingga viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, burung berukuran besar tersebut tampak berjalan santai di tepi jalan tanpa adanya pengawasan dari pemilik. Kehadiran satwa unik ini seketika menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas, hingga sebagian dari mereka sengaja berhenti untuk melihat sekaligus mengabadikan peristiwa tidak biasa itu menggunakan telepon genggam.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana burung unta tersebut lepas maupun pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikannya. Kemunculan satwa yang bukan merupakan habitat asli Indonesia itu pun memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat sekitar.
Menindaklanjuti informasi yang meresahkan warga, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat langsung bergerak cepat melakukan penelusuran lapangan untuk mengetahui asal-usul dan status kepemilikan burung unta tersebut. Petugas di lapangan juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan keberadaan terkini satwa agar dapat segera dievakuasi secara aman.
"Kami sedang menelusuri informasi terkait asal-usul dan kepemilikan burung unta yang terlihat berkeliaran di Kota Bandung. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan satwa tersebut dapat segera diamankan tanpa membahayakan masyarakat maupun satwanya," ujar Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya saat dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2026.
Pihak BBKSDA Jawa Barat juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri, mengejar, atau memprovokasi burung unta tersebut apabila masih terlihat di sekitar permukiman. Warga diminta untuk segera melaporkan setiap informasi keberadaan satwa kepada petugas BBKSDA atau aparat setempat agar proses evakuasi dapat dilaksanakan oleh personel yang berpengalaman.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga jarak apabila menemukan burung unta tersebut. Jangan melakukan tindakan yang dapat membuat satwa stres atau agresif. Segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur," tambahnya.
Sebagai informasi, burung unta merupakan satwa asli benua Afrika yang umumnya dipelihara secara resmi di lembaga konservasi, kebun binatang, maupun koleksi pribadi yang mengantongi izin sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. Dengan karakteristik ukuran tubuh yang besar dan kemampuan berlari dengan kecepatan tinggi, penanganan satwa ini memerlukan metode khusus guna menghindari risiko cedera, baik bagi masyarakat maupun satwa itu sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelemat dari BBKSDA Jawa Barat masih terus menyisir lokasi penemuan awal terkait keberadaan burung unta tersebut serta menyelidiki faktor penyebab satwa eksotis itu sampai terlepas ke kawasan padat permukiman Kota Bandung.










