TVRINews - Pangandaran
Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyebabkan ratusan warga Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah sumur milik warga mengering akibat minimnya sumber air selama musim kemarau.
Kepala Desa Banjarharja, Herman, mengatakan terdapat dua dusun yang terdampak cukup parah akibat kekeringan, yakni Dusun Sindangsari dan Dusun Sindangkasih.
Menurutnya, sedikitnya 250 kepala keluarga (KK) di kedua dusun tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Di Desa Banjarharja ada dua dusun yang sangat terdampak kekeringan akibat kemarau, yaitu Dusun Sindangsari dan Dusun Sindangkasih. Dari dua dusun tersebut, sekitar 250 KK mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Herman kutip Rabu, 23 September 2026.
Herman menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga harus mengambil air dari sumber yang lokasinya cukup jauh. Jarak yang harus ditempuh warga mencapai sekitar tiga kilometer.
Sebagian warga mengambil air dari sumur, sementara sebagian lainnya memanfaatkan sumber air dari sungai yang masih tersedia di wilayah desa.
“Untuk mendapatkan air bersih, warga dari dua dusun tersebut harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer. Sebagian mengambil air dari sumur, dan sebagian lainnya mengambil dari sungai yang ada di Desa Banjarharja,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, warga terkadang mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran.
Namun, bantuan tersebut belum dapat diberikan setiap hari sehingga warga masih harus mencari sumber air secara mandiri.
“Alhamdulillah, terkadang ada bantuan air bersih dari BPBD dan PMI Kabupaten Pangandaran, meskipun tidak setiap hari. Ketika bantuan datang, warga juga harus rela mengantre untuk mendapatkan air bersih,” ujar Herman.
Ia berharap distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Pasalnya, warga masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Selebihnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer untuk mengambil air dari sumur dan sungai yang ada di Desa Banjarharja,” pungkasnya.










