TVRINews, Kabupaten Bandung
Kondisi memprihatinkan melanda Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tumpukan sampah dilaporkan menggunung selama hampir dua bulan terakhir, menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu aktivitas jual beli serta kenyamanan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat memenuhi sejumlah sudut pasar. Selain merusak estetika, tumpukan limbah domestik dan pasar ini dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat yang beraktivitas di area tersebut.
Krisis sampah ini ditengarai terjadi akibat adanya pembatasan kuota pengangkutan sampah harian ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, kuota yang tersedia hanya mencapai 280 ton per hari.
Angka tersebut dinilai tidak mampu menutupi volume sampah yang diproduksi setiap harinya, sehingga terjadi sisa sampah yang terus menumpuk dan menjadi bukit.
Suara Pengelola dan Warga
Indra, selaku Ketua Pengelola TPS Pasar Baleendah, membenarkan kendala teknis tersebut. Menurutnya, kapasitas angkut yang terbatas membuat pihaknya sulit menjaga kebersihan pasar secara maksimal.
Senada dengan hal itu, Didin, salah seorang warga yang sering beraktivitas di pasar, mengeluhkan dampak bau yang menusuk hidung.
"Sudah hampir dua bulan kondisinya begini. Baunya sangat mengganggu, apalagi kalau hujan. Kami khawatir kalau dibiarkan terus bisa jadi sumber penyakit," ujar Didin kepada tvrinews.com, Sabtu, 2 Mei 2026.
Pemerintah setempat mengakui adanya keterbatasan kuota pengangkutan sampah yang menjadi kendala utama. Saat ini, langkah-langkah koordinasi sedang dilakukan untuk mencari solusi, termasuk upaya menambah kapasitas pengangkutan agar tumpukan sampah di Pasar Baleendah bisa segera dievakuasi.
Masyarakat kini berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Mereka menginginkan aktivitas di Pasar Baleendah kembali normal dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dikunjungi.










