TVRINews, Bandung
Revitalisasi Pasar Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, akan dilakukan secara bertahap. Perumda Pasar Juara menyiapkan tempat penampungan sementara bagi pedagang selama proses pembangunan berlangsung.
Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, mengatakan revitalisasi akan menyasar lantai dasar bangunan dengan luas sekitar 9.000 meter persegi.
Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama dua tahun dan dilakukan secara parsial agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
“Nantinya relokasi dilakukan bertahap dan bergantian secara parsial, sehingga seluruh pedagang tetap dapat berjualan dan mencari nafkah selama pembangunan berlangsung,” ujar Pradana saat konferensi pers di Pasar Ciroyom, Bandung, Rabu, 30 September 2026.
Perumda Pasar Juara menyiapkan Tempat Penampungan Pedagang Sementara atau TPPS di lahan eks-Terminal Ciroyom.

Pradana menjelaskan, revitalisasi dilakukan setelah kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga berakhir pada 2024. Pemerintah Kota Bandung kemudian melakukan uji kelayakan bangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah fasilitas membutuhkan pembenahan, termasuk instalasi listrik yang kondisinya dinilai memprihatinkan.
“Salah satu hasil uji kelayakan bangunan menunjukkan instalasi listrik hanya 27 persen. Ini sangat membahayakan keselamatan, terutama karena berpotensi menjadi pemicu kebakaran,” kata Pradana.
Selain pembenahan bangunan, Perumda Pasar Juara juga melakukan penataan hak pakai ruang dagang.
Masa hak pakai lantai dasar telah berakhir pada 2 Oktober 2025. Untuk pembaruan hak pakai selama 20 tahun, tarif ditetapkan berdasarkan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik atau KJPP independen.
Pedagang eksisting dikenakan tarif 12 juta rupiah per meter persegi, sedangkan pedagang baru dikenakan 23 juta rupiah per meter persegi.
“Harga Rp12 juta per meter kami berikan sebagai bentuk apresiasi dan perlindungan kepada pedagang lama yang selama ini ikut menjaga denyut Pasar Ciroyom,” ucap Pradana.
Hingga saat ini, sebanyak 743 unit atau sekitar 70,2 persen dari total 1.054 ruang dagang di lantai dasar telah dibeli hak pakainya oleh pedagang aktif.
Di tempat yang sama, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi, yang hadir mewakili Wali Kota Bandung, mengatakan aset Pasar Ciroyom telah dipisahkan ke BUMD Perumda Pasar Juara.
Ia menyebut seluruh tahapan revitalisasi juga telah mendapatkan persetujuan Kuasa Pemilik Modal atau KPM.
Rencana revitalisasi mendapat dukungan dari sejumlah pedagang. Perwakilan pedagang jamur, Koko Abdul Kholik, menyatakan dukungan terhadap pembangunan selama aspek keamanan, kebersihan, parkir, serta akses mobilitas tetap diperhatikan.
Ketua Paguyuban Pedagang Ciroyom, Haji Dadi, juga menyambut rencana revitalisasi tersebut.
“Sudah berapa kali ganti wali kota, Ciroyom terkenalnya selalu becek. Dengan adanya pembangunan ini, kami sangat senang dan berharap bisa meningkatkan daya beli,” ungkap Haji Dadi.
Revitalisasi Pasar Ciroyom diharapkan dapat meningkatkan kondisi fasilitas pasar sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.










