TVRINews, Bandung
Institut Teknologi Bandung (ITB) kini memiliki Museum ITB yang menjadi ruang edukasi sekaligus tempat pelestarian sejarah perjalanan pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Mengusung konsep modern dan interaktif, museum ini menghadirkan berbagai koleksi bersejarah yang dapat dinikmati masyarakat umum.
Museum ITB berlokasi di Gedung Sasana Budaya Ganesa atau Sabuga, Kampus ITB, Bandung. Kehadiran museum ini menjadi bagian dari peringatan 106 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia.
Museum ITB menjadi ruang yang mendokumentasikan perjalanan perkembangan sains, teknologi, seni, dan humaniora di lingkungan ITB.
Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah, mulai dari peralatan laboratorium lama, arsip dan dokumen penting, foto-foto sejarah kampus, karya seni, hingga berbagai inovasi teknologi hasil karya sivitas akademika ITB.

“Museum ini bisa menjadi tempat edukasi yang menarik, terutama bagi pelajar dan generasi muda. Kita bisa mengetahui sejarah ITB sekaligus melihat berbagai perkembangan teknologi yang ada," ujar salah satu pengunjung, Risa, Rabu, 19 Agustus 2026.
Tak hanya menyajikan koleksi sejarah, museum ini juga dilengkapi ruang pamer interaktif dan fasilitas 360 Dome Theatre. Kehadiran fasilitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus membantu pengunjung memahami perjalanan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Menurut saya, Museum ITB menarik karena kita tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan mengenai perkembangan ITB dan teknologi. Penyajiannya juga cukup interaktif sehingga lebih mudah dipahami," ujar pengunjung lainnya, Salma.
Keberadaan Museum ITB tidak hanya ditujukan sebagai tempat untuk mengenang perjalanan sejarah institusi, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi masyarakat. Museum ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi di Indonesia kepada generasi muda.
“Museum ITB ini kami hadirkan sebagai ruang untuk melestarikan sejarah dan warisan ITB. Kami ingin masyarakat dapat mengenal perjalanan pendidikan tinggi teknik di Indonesia, sekaligus mendapatkan pengalaman edukasi melalui koleksi dan fasilitas interaktif yang tersedia," kata Usep Koordinator Museum.
Menurut pengelola, Museum ITB memiliki peran penting dalam menjaga berbagai warisan sejarah yang berkaitan dengan perjalanan panjang pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Selain menjadi ruang pelestarian sejarah, museum juga diharapkan mampu menjadi tempat bertemunya pengetahuan masa lalu dengan perkembangan teknologi masa kini.
Untuk jam operasional, Museum ITB melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Dengan memadukan unsur sejarah, sains, teknologi, dan pengalaman interaktif, Museum ITB diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi baru di Kota Bandung.
Kehadiran museum ini sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan perjalanan panjang pendidikan tinggi teknik di Indonesia kepada masyarakat luas serta menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.










