TVRINews, Bandung
Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga melalui upaya membangun perekonomian yang mandiri dan tangguh. Ketahanan pangan, stabilitas finansial, serta daya saing industri nasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemerdekaan ekonomi.
Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, makna merdeka terus berkembang. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
Kemandirian ekonomi menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Semangat tersebut turut diwujudkan Harpan Hendrawan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepatu di Kota Bandung. Sejak memulai usaha pada 2020, Harpan konsisten mengembangkan produk sepatu berbahan denim di tengah tantangan dan persaingan pasar.
Harpan mengatakan, salah satu strategi yang diterapkan adalah menghadirkan produk yang memiliki keunikan sekaligus mengusung konsep ramah lingkungan. Produk sepatu yang dibuatnya memanfaatkan limbah denim melalui konsep upcycle.
“Strateginya banyak. Kalau di industri kami, konsepnya upcycle denim, yaitu mengubah limbah menjadi sepatu denim. Jadi, yang kami strategikan bukan hanya menjual sepatu, tetapi bagaimana menginformasikan kepada masyarakat bahwa sepatu ini punya cerita yang unik dan konsep ramah lingkungan,”kata Harpan.
Selain mengandalkan keunikan produk, Harpan memanfaatkan pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, serta situs web. Ia juga memperluas jangkauan pasar dengan mengikuti berbagai pameran dan menyasar konsumen bisnis atau business to business (B2B).
Menurut Harpan, perubahan kondisi pasar menuntut pelaku UMKM untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan. Di tengah tantangan ekonomi, pelaku usaha dituntut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan branding dan menjaga kualitas produk.
Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai pengembangan sektor usaha dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi. Pertumbuhan usaha dinilai mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong investasi.
Menurut Acuviarta, UMKM merupakan salah satu entitas ekonomi terbesar di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Karena itu, sektor UMKM perlu terus didorong untuk naik kelas melalui perbaikan ekosistem produksi dan pemasaran.
“Yang pertama harus kita siapkan dari sisi desain produk, mulai dari teknologi, permodalan, sampai pengembangan kapasitas produksi. Dari sisi ekosistem produksi, tenaga kerja juga harus disiapkan karena regenerasi tenaga kerja penting bagi sektor UMKM,”ungkap Acuviarta.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem pemasaran juga diperlukan melalui kemampuan beradaptasi dengan perdagangan digital maupun perdagangan secara langsung. Kedua model tersebut dinilai tetap memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
Pertumbuhan UMKM juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui pembinaan dan pendampingan. Dukungan tersebut dapat berupa peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Dengan ekosistem usaha yang semakin kuat dan dukungan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu menghadapi perubahan kondisi ekonomi, meningkatkan daya saing, serta tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kekuatan ekonomi masyarakat. UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing menjadi salah satu bagian penting dalam membangun perekonomian nasional yang tangguh.










