TVRINews, Cirebon
Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kelebihan kapasitas (overload) hingga meluber ke badan jalan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Akibat melubernya sampah, akses jalan yang sebelumnya dapat dilalui kendaraan roda empat kini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua secara bergantian. Kondisi tersebut bahkan membuat permukaan jalan menjadi licin karena cairan sampah yang mengalir ke badan jalan.
Kondisi TPS tersebut dilaporkan telah terjadi sekitar satu bulan terakhir dan semakin memburuk pasca perayaan Iduladha, seiring meningkatnya volume sampah dari aktivitas pasar dan rumah tangga di wilayah tersebut.
Selain mengganggu mobilitas, tumpukan sampah juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas perdagangan di sekitar pasar. Keberadaan lalat hingga ulat di sekitar lokasi turut dikeluhkan pedagang.
Salah seorang pengguna jalan, Supardi, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Keluhan serupa juga disampaikan para pedagang di sekitar TPS. Salah satu pedagang telur, Andrianus, mengaku bau sampah bahkan masuk ke area kiosnya hingga mengganggu aktivitas jual beli.
“Katanya di TPA-nya sedang mengalami kendala, jadi pengangkutan sampah terlambat,” ujar Andrianus.
Ia menambahkan, meski sempat dilakukan pembersihan, tumpukan sampah kembali muncul dan terus bertambah dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah TPS lain di Kabupaten Cirebon, di antaranya TPS Pasar Jamblang dan TPS di kawasan Perumahan Klangenan.
Warga dan pedagang berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon segera melakukan penanganan dan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak semakin menimbulkan dampak kesehatan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.










